Selasa, 13 Juli 2021

CATATAN HUMAN RELATIONS BERSAMA IBU SEREPINA TIUR MAIDA

 Bagaimana Pengaruh Kelompok pada Perilaku Komunukasi


Pada pembahasan kali ini akan mengulas mengenai tiga macam pengaruh kelompok pada perilaku komunikasi, yaitukonformitas, fasilitas sosial, dan polarisasi.

Konformitas (Conformity)

Menurut Kiesler (1969) konformitas adalah perubahan perilaku atau kepercayaan kelompok sebagai akibat dari adanya tekanan kelompok yang real atau yang dibayangkan.

Faktor-faktor yang memengaruhi konformitas, apa benar seseorang dapat memengaruhi orang lain bersepakat dengan mempertimbangkan beberapa persyaratan? Bisa saja! Namun konformitas itu tidak sesederhana yang diduga orang. Seperti paradigma utama yang dibahas dalam beberapa buku, konformitas adalah produk interaksi antara faktor-faktor situasional dan faktor-faktor personal.
1. Wanita lebih cenderung melakukan konformitas daripada pria. 
2. Orang yang emosinya kurang stabil lebih mudah mengikuti kelompok daripada orang yang emosinya stabil.  
3. Semakin tinggi kecerdasan, semakin kurang kecenderungan ke arah konformitas.
4. Motif afiliasi akan mendorong konformitas sementara motif berprestasi, motif aktualisasi diri, dan konsep diri yang positif akan cenderung menghambat konformitas. 
5. Semakin tinggi hasrat berprestasi seseorang, maka semakin tinggi kepercayaan dirinya, dengan demikian semakin sukar ia dipengaruhi oleh tekanan kelompok.

Akan tetapi, semua pernyataan yang disebutkan di atas harus dilihat dalam hubugannya dengan faktor-faktor situasional. Orang yang kepercayaan dirinya tinggi pun akan terpengaruh oleh kelompok dalam situasi ambigu. Konformitas tidak terlalu jelek, juga tidak selalu baik, artinya bergantung pada situasinya juga. 
Untuk nilai-nilai sosial yang dipegang teguh oleh sistem sosial, konformitas diperlakukan. Untuk keberhasilan moral, kita memerlukan konformitas. Akan tetapi, untuk perkembangan pemikiran, untuk menghasilkan hal-hal yang baru dan kreatif, konformitas tentu saja merugikan (Hollander, 1975). 


Fasilitas Sosial

Fasilitas sosial sebetulnya bukan istilah yang tepat karena dalam beberapa hal, kehadiran kelompok justru cenderung menghambat pelaksanaan kerja. Istilah ini mungkin tepat dipergunakan untuk penelitian-penelitian awal dalam psikologi  psikologi sosial.

Pada tahun 1924, Floyd Alport menemukan fakta bahwa fasilitas sosial tidak selalu memudahkan pekerjaan. Kehadiran kelompok bersifat fasilitatif bila pekerjaan yang dilakukan berupa pekerjaan keterampilan yang sederhana. Sebaliknya, kelompok mempersukar pekerjaan bila pekerjaan itu berkenaan dengan nalar dan penilaian.

Polarisasi

Polarisasi ini menurut sebagia para ahli boleh jadi disebabkan pada proporsi argumentasi yang menyokong sikap atau tindakan tertentu. Bila proporsi terbesar mendukung sikap konservatif, keputusan kelompok pun akan lebih konservatif dan begitu sebaliknya (Ebbesen dan Bowers, 1974). 

Polarisasi mengandung beberapa implikasi yang negatif. Pertama, kecenderungan ke arah ekstremisme menyebabkan peserta komunikasi menjadi lebih jauh dari dunia nyata: karena itu, makin besar peluang bagi mereka untuk berbuat kesalahan. Produktivitas kelompok tentu menurun. Gejala ini disebut oleh Irving Janis sebagai groupthink.
Polarisasi akan mendorong ekstremisme dalam kelompok gerakan sosial atau politik. Kelompok seperti ini biasanya menarik anggota-anggota yang memiliki pandangan yang sama. Ketika mereka berdiskusi, pandangan yang sama ini semakin dipertegas sehingga mereka bertambah yakin akan kebenarannya. Keyakinan ini disusul dengan merasa benar sendiri (self-righteousness) dan menyalahkan kelompok lain.

Proses yang sama terjadi pada kelompok saingannya. Terjadilah polarisasi yang menakutkan di antara berbagai kelompok dan di dalam masing-masing kelompok. (Myres dan Bishop, 1970).

Refensi Bacaan:
1) Rakhmat, Jalaludin. 2009. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
2) Tutiasri, Ririn, Puspita. 2016. “Komunikasi dalam komunikasi kelompok” Vol. 4, No. 1 (hal. 81-90). Yogyakarta: Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
3) Bungin, Burhan. 2009. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana.
4) Fajar, Marhaeni. 2009. Ilmu Komunikasi: Teori & Praktik. Universitas Mercu Buana.




Selasa, 13 April 2021

CATATAN HUMAN RELATIONS BERSAMA IBU SEREPINA TIUR MAIDA PART II

 HUMAN RELATIONS

(DIMENSI, FAKTOR MANUSIA DALAM HUMAN RELATIONS 

MANUSIA DALAM DINAMIKA KELOMPOK)

    Human relations (hubungan antar manusia) merupakan syarat utama untuk keberhasilan suatu komunikasi dan pemberian motivasi kerja baik komunikasi antar perorangan maupun komunikasi dalam instansi atau perusahaan. Penguasaan dalam menciptakan human relation karyawan dalam perusahaan atau instansi akan sangat membantu seorang pimpinan dalam membantu komunikasi vertikal maupun komunikasi horisontal serta memudahkan manajer dalam pemberian motivasi kerja
kepada karyawan.
 
FAKTOR PEMBAWAAN DAN FACTOR LINGKUNGAN 
• Faktor Pembawaan dan Faktor Lingkungan 
• Ada dua faktor yang menentukan sifat manusia yakni pembawaan sejak lahir dan lingkungan hidupnya. Yang menjadi dasar watak sifat seseorang ialah sifat yang dimiliki begitu lahir, yaitu sifat warisan dari orang tuanya dan nenek moyang. Extravert, Intravert, dan Ambivert 
• Berdasarkan fungsi phisis, ahli jiwa membedakan manusia menjadi dua golongan menurut arah perhatiannya.
• Extravert ,Jika perhatiannya ditujukan keluar, yakni kesekelilingnya 
• intravert biasanya pendiam, egoistis, suka merenung, senang mengasingkan diri dan tidak bisa bergaul. 
• Ambivert, Gabungan dari dua kepribadian introvert dan extravert
 
Pengertian Dinamika Kelompok
    Pengertian dinamika kelompok dapat dirumuskan sebagai: Suatu metode dan proses yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai kerjasama kelompok. Artinya metoda dan proses dinamika kelompok ini berusaha menumbuhkan dan membangun kelompok, yang semula terdiri dari kumpulan individu-individu yang belum saling mengenal satu sama lain, menjadi satu kesatuan kelompok dengan satu tujuan, satu norma dan satu cara pencapaian berusaha yang disepakati bersama.
 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Kelompok 
Pada kenyataannya, dinamika kelompok senantiasa dipengaruhi oleh beragam faktor, antara lain: 
(1) Sebagai lumbung dari ide yang ingin dilaksanakan. 
(2) Sebagai ikatan jiwa antara anggota kelompok. 
(3) Menjadi sasaran dan juga menjadi sumber dari konsep perencanaan kerja. 
(4) Menjadi motivasi dalam mengadakan persaingan/aktivitas. 
(5) Menjadi perangsang untuk mendapatkan kepuasan kerja. 
(6) Menjadi arah yang tetap dalam menjalankan tugas kelompok.

 

Senin, 05 April 2021

Catatan Human Relations Bersama Ibu Serepina Tiur Maida Part I

 HUMAN RELATIONS

 


 

A.       Konsep Dasar Human Relations
  Pengertian Human Relations bukan human dalam bentuk wujud manusia melainkan dalam makna proses rohaniah yang tertuju kepada kebahagiaan berdasarkan watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap, tingkah laku dan berbagai aspek kejiwaan lainnya yang terdapat pada diri manusia. Karena itu Human Relations dapat diartikan sebagai hubungan manusiawi, atau hubungan insani.
Human Relations  adalah suatu sifat hubungan, dimana orang berkomunikasi tidak seperti orang yang berkomunikasi biasa, bukan hanya merupakan penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain, tetapi hubungan antar orang-orang yang berkomunikasi itu mengandung unsur-unsur kejiwaan yang sangat mendalam. Human relations adalah hubungan manusiawi, dimana ada keterlibatan emosi dan kita sama-sama mengerti dan pahami apa yang kita sampaikan, dengan adanya unsur persuasif.
Jadi, Human relations adalah hubungan antar manusia yang lebih dari sekedar hubungan manusia, melainkan hubungan manusiawi yang tidak hanya mementingkan aspek komunikasi, tetapi juga aspek psikologis dan kepuasan.

B.       Ruang Lingkup Human Relations
Pemahaman Umum
Komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam segala situasi dan dalam segala kehidupan sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan hati
Pemahaman Khusus
Komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam situasi kerja dan dalam organisasi dengan tujuan untuk menggugah kegairahan dan kegiatan kerja dengan semangat kerjasama yang produktif dengan perasaan bakhagia dan puas.

C.        Ciri Hakiki Human Relations
1.      Proses rohaniah yang tertuju pada kebahagiaan berdasarkan watak sifat, perangai, kepribadian, sikap dan tingkah laku menuju suatu kepuasan hati.
2.     Aspek kejiwaan yang terdapat pada manusia.
 
D.       Prinsip Dalam Human Relations
1.     Pentingnya individu
2.    Saling menerima
3.    Kepentingan bersama
4.    Komunikasi terbuka
5.    Partisipasi pegawai
6.    Identitas setempat
7.    Keputusan setempat, memberi wewenang kepada orang-orang untuk memecahkan sendiri problem yang tibul ditengah-tengah mereka.
8.    Ukuran moral yang tinggi, pemahaman akan komunikan

E.        Falsafah Human Realtions
Menurut Keith Daris, yaitu :
1.     Kepentingan Bersama, Adanya timbal balik dalam mencapai tujuan yang direncanakan, adanya kesamaan tujuan.
2.    Perbedaan-perbedaan individu, perbedaan sifat-sifat rohaninya yang membentuk jiwa dan tingkah laku. Perbedaan latar belakang pendidikan dan pengalaman
3.    Harga diri, mengenal karakter indidvidu yang memperhatikan moral/etika agar tercapai komunikasi yang harmonis, saling menghargai satu sama lain.

F.        Konsep Diri
Titik sentral Human Relations adalah manusian dengat tabiat yang dimilikinya. Ada dua faktor yang menentukan sifat tabiat manusia, yaitu : Faktor Heredity (Bawaan), Faktor Lingkungan.
Sifat bawaan dapat dipengaruhi oleh lingkungan hidup, bisa berkembang atau tertahan tapi tidak mematikan.
Dalam perjalanan hidup, seseorang mengalami aktivitas psikis, fungsi psikis, rasa, intuisi dan pengindraan. Diantara 4 fungsi psikis tersebut yang pokok adalah pikiran dan perasaan, yang lainnya sebagai pembantu.
Berdasarkan fungsi psikis, ahli jiwa membedakan manusia menurut arah penilaian/perhatian. Jika perhatian pertama ditujuhkan keluar, dinamakan tipe ekstrover. Seseorang dengan tipe itu lebih mementingkan lingkungan daripada dirinya sendiri, orang semacam ini umumnya berhati terbuka, gembira, ramah, lancar dalam pergaulan dan memancarkan sikap yang hangat. Sedangkan introver adalah golongan yang perhatiannya terutama diarahkan kedalam dirinya sendiri. Orang yang bertipe seperti ini biasanya pendiam, egois, suka merenung, senang mengasingkan diri, dan kurang bisa bergaul. Golongan ketiga adalah ambiver yaitu dimana ia menggabungkan kedua tipe tersebut, menyesuaikan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan yang dihadapinya.

G.       Konsep Kesadaran Diri
·    Konsep diri           : Bagaimana memandang diri sendiri – berdasarkan karakteristik, sikap pribadi (menilai diri sendiri), berdasarkan sifat sosial, berdasarkan peran sosial.
·    Self esteemt        : Berpengaruh pada perilaku. Jika self esteemt kita tinggi kita cenderung merasa kompeten, sehingga berperilaku secara lebih percaya diri. Orang yang self esteemtnya lebih tinggi, ia akan lebih mandiri, tegas, percaya diri dan tak mudah aipersuasif. Sebaliknya, orang yang esteemtnya rendah tidak demikian.
·    Multyph selver    :  Peran kita dalam hubungan sosial yang berbeda-beda dengan berbagai orang yang berbeda.

H.       Proses Perkembangan Kesadaran Diri
1.     Reflextive self, Adalah, apabila kita memandang cermin dan kita tidak hanya melihat diri kita, tetapi melihat diri kita yang dipantulkan oleh cermin yang sedang memandang kita. Jadi, kesadaran diri dikatakan reflextive self jika bersifat dua arah. (dalam satu waktu dia memiliki 2 peran, sebagai komunikator dan komunikan).
2.    Sosial self, Individu memperoleh konsep diri melalui interaksi dengan orang lain atau menggunakan orang lain sebagai kriteria untuk menilai konsep diri kita dalam interkasi, reaksi orang lain merupakan informasi mengenai diri kita dan kemudian kita menggunakan informasi tersebut untuk menyimpulkan, mengartikan, dan mengevaluasi konsep diri kita.
3.    Becoming self, Konsep diri tidak pernah dalam kondisi tetap, melainkan selalu dalam keadaan berubah/berkembang. Pengertian becoming self ini sekaligus menunjukkan bahwa perubahan konsep diri tidak terjadi secara mendadak/drastis, melainkan secara gradual melalui aktivitas sehari-hari.

Selasa, 26 Januari 2021

Announcing New Produk Dan Simulasi

Announcing New Produk Dan Simulasi

    Mulai masa pandemik ini kita selalu dihimbau menjaga kebersihan dengan produk-produk untuk kesehatan kita, dan kalli ini saya akan mengupas tugas dari kelompok teman saya dalam mata kuliah publisitas, selamat membaca ya teman-teman.

                                                                       instagram maulidia31

    Dimasa pandemic ini, pemerintah menyarankan untuk selalu menerpakan protocol kesehatan, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik merupakan kebiasaan seseorang guna mengurangi jumlah mikroorganisme yang terdapat pada tangan.Antiseptik merupakan zat yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme yang hidup di permukaan tubuh (Retno, 2005).Produk antiseptik untuk mencuci tangan yang sering ada di pasaran selain sabun antiseptik adalah hand sanitizer(Liu dkk., 2010). Kandungan bahan aktif yang ada dalam hand sanitizer adalah alkohol yang memiliki efektivitas paling tinggi terhadap virus, bakteri, dan jamur juga tidak menimbulkan resistensi pada bakteri. 

                                        watson.co.id

    Untuk itu kami membuka peluang sebuah produk baru untuk membantu mencegah bakteri yang ada didalam tangan. Produk baru ini adalah wardah hand gel dengan berbagai ukuran . dengan harga yang terjangkau dan kemasan produk yang simple. Dalam mempublikasikan sebuah produk hand gel ini kami mempublikasikan melalui social media, dengan membuat suatu video tutorial menggunakan handsanitizer, dan video yang memberikan pesan bahwa hand gel adalah salah satu produk wajib dibawa pada saat kapanpun dan dimanapun.

PUBLISITAS & PUBLIKASI

 PUBLISITAS & PUBLIKASI


lekturid


    Terdengar sama tapi tidak sama, antara Publisitas dan Publikasi. Banyak orang yang mengira istilah ini sama. Tapi tidak dalam dunia Public Relations. Dalam postingan blog saya kali ini akan mengupas perbedaan publikasi dan publisitas. Selamat membaca.
    Pada dasarnya tugas pokok public relations adalah menciptakan citra positif perusahaan di mata publiknya. Citra positif dapat terbentuk bila publik mempunyai persepsi yang positif terhadap perusahaan. Persepsi ini harus lengkap dan tidak sepotong – sepotong. Agar hal itu dapat dicapai, maka publik harus dalam kondisi kecukupan informasi (well-informed) tentang perusahaan. Artinya, tidak ada kesenjangan informasi antara perusahaan dengan publiknya dan sebaliknya. Karena itu, public relations dituntut menjaga arus informasi agar berjalan dua arah timbal balik.
    Informasi adalah segala hal yang dapat mengurangi ketidakpastian atau keragu – raguan akan situasi tertentu. Bila tidak mendapatkan informasi yang cukup gambaran tentang perusahaan akan sepotong – potong. Kegiatan menyampaikan atau menyebarkan informasi ini disebut kegiatan publikasi. Publikasi berasal dari kata “Publicare” yang artinya “untuk umum”. Jadi publikasi adalah kegiatan mengenalkan perusahaan sehingga umum (publik dan masyarakat) dapat mengenalnya.
    Selama ini terdapat tanggapan bahwa publikasi dan publisitas kegiatan yang sama, yaitu kegiatan mengenalkan perusahaan kepada pihak luar. Pendapat ini memang bisa diterima. Namun dalam konteks kegiatan public relations, publisitas dan publikasi berbeda. Perbedaan ini terletak pada media yang digunakan. Publisitas adalah publikasi yang menggunakan media massa sebagai sarana penyebarluasan informasi. Publisitas adalah publikasi perusahaan yang dimuat media massa. Dengan demikian, pengertian publikasi lebih luas dan publisitas adalah bagian dari aktivitas publikasi.

PERBEDAAN PUBLISITAS DAN PUBLIKASI

    Terdengar sama tapi tidak sama Terdapat tanggapan bahwa publikasi dan publisitas kegiatan yang sama, yaitu kegiatan mengenalkan perusahaan kepada pihak luar. Perbedaan ini terletak pada media yang digunakan. Publisitas adalah publikasi yang menggunakan media massa sebagai sarana penyebarluasan informasi. Publisitas adalah publikasi perusahaan yang dimuat media massa. Dengan demikian, pengertian publikasi lebih luas dan publisitas adalah bagian dari aktivitas publikasi.



KEUNTUNGAN PUBLISITAS 

    Publisitas mempunyai beberapa keuntungan antara lain: 

a. Publisitas dapat menjangkau orang-orang yang tidak mau membaca, sebuah iklan. 

b. Publisitas dapat ditempatkan pada halaman depan dari sebuah surat kabar atau pada posisi lain yang mencolok. 

c. Lebih dapat dipercaya, apabila sebuah surat kabar atau majalah mempublisitas sebuah cerita sebagai berita, pembaca menggangap bahwa cerita tersebut merupakan berita dan berita umumnya lebih dipercaya daripada iklan. 

d. Publisitas jauh lebih murah karena dilakukan secara bebas tanpa dipungut biaya. 


UNSUR-UNSUR PUBLISITAS 

Ada sumber Publisitas (penginisiatif, perancang, penggagas sebagai sumber informasi ) 

Ada pesan atau message ( bersifat informatif, persuasif, konstruktif, deskruktif tentang sesuatu, baik orang, event, barang , jasa, aktivitas dan peran) 

Ada media (ruang publik, gedung, tempat umum, dinding, tiang plafon, alat transformasi ruang media) 

Ada manajemen kegiatan atau aktivitas 

Ada audiens 

Ada tujuan

Senin, 25 Januari 2021

Berita Terbaru Dan Refrensi Berita

 

Berita Terbaru Dan Refrensi Berita




  •                 









    Dua publisitas media massa yang diterbitakan oleh dua perusahaan media terkemuka.


        Berita terbaru dari sumber Kompas.com unggahan tanggal 18 desember 2020 dengan judul, “Liburan, Mobil Pribadi Jadi sasaran Rapid Test Antigen” dan Unggahan Detik.com tanggal 19 desember 2020 dengan judul “Usai Viral Dinosaurus Ngamuk, Pengunjung Wisata Ini Naik 4 Kali Lipat” membuat masyarakat di Indonesia heboh.





    Halaman muka pemberitaan Kompas.com


    Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) 20 Tahun 2020 soal perjalanan orang dengan transportasi darat saat libur Natal dan tahum baru di masa Covid-19.
    SE ini pun merupakan turunan dari SE Kemenhub Tentang Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) mobilitas dengan transportasi di masing-masing sektor.
    Dalam SE 20 tersebut akhirnya dijelaskan bila perjalanan darat, masih bisa menggunakan metode rapid test antibodi. Artinya, rapid test antigen tidak menjadi keseharusan.
    Dijelaskan pula, bila anak-anak di bawah 12 tahun tidak diwajibkan untuk RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.
    Untuk perjalanan orang di dalam wilayah aglomerasi perkotaan, seperti di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi atau Jabodetabek, tidak diwajibkan menunjukkan surat hasil rapid test antigen sebagai syarat.
    "Selain perjalanan ke Pulau Bali, dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa, rapid test antibodi masih boleh digunakan dan berlaku selama 14 hari. Kemenhub bersama Pemerintah Daerah dan unsur TNI Polri melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan di lapangan," ujar Adita Irawati, Juru Bicara Kemenhub, dalam keterangan resminya, Senin (21/12/2020).
    Namun setelah berita rapid antigen muncul dengan menghebohkan warga Indonesia, berita adanya seekor Dinosaurus yang merupakan hewan purba hidup kembali di sebuah kebun binatang daerah Jawa Timur.



    Unggahan innstagram mengenai Dinosaurus di Mojosari Forest Park.


    Belum lama ini, warganet dihebohkan dengan beredarnya video seekor dinosaurus yang tengah diturunkan dari truk dan dijinakkan oleh beberapa orang.

    Salah satu video yang menampilkan dinosaurus itu bisa dilihat di akun Twitter All About Magetan @magetanbanget yang diunggah pada Senin (14/12/2020) pukul 15.57 WIB.


    Dalam video tersebut, terlihat bahwa lokasi penjinakan dinosaurus berada di Mojosemi Forest Park , Magetan, Jawa Timur.

    Hingga Selasa (15/12/2020) pagi, unggahan video All About Magetan telah mendapat 2 ribu likes dan seribu retweet.


    Warganet juga tidak ketinggalan meramaikan kolom komentar unggahan video tersebut. Mereka penasaran apakah dinosaurus tersebut asli atau bukan.


    Namun yang terjadi sebenarnya pada berita tersebut hanyalah strategi marketing kebun binatang tersebut. Agar masyarakat penasaran dengan keberadaan Dinosaurus tersebut. Sehingga pengunjung kebun binatang tersebut melonjak untuk datang ke kebun binatang tersebut dan mendapat keuntungan dari banyaknya pengunjung yang penasaran dengan keberadaan binatang langka tersebut.




      Publicity Planner

      PUBLICITY PLANNER

      MANGO MILK CHEESE BY VIDA



          Hi Blogger, kami VIDA by David Nainggolan dan Vita Putri Anggraini akan memperkenalkan produk dessert yang berbeda. So this is our first experience with Mango. Siapa sih yang gak tau buah Mangga???? Pasti tau dong buah mangga itu banyak manfaatnya??





          Nah.. Kali ini kami akan membuat suatu produk dessert yang terbuat dari Mangga, yang akan membuat kalian ketagihan!! Apalagi produk yang kami jual terbuat dari buah mangga dengan kualitas yang baik dan juga tanpa bahan pengawet lho!! Gak cuma buah mangga aja, kami juga mengkombinasikan buah dan campuran susu segar didalamnya. 

      Kebayang gak sih dessertnya akan seperti apa???





          Kalian bisa bayangin kan segarnya buah mangga dan susu menjadi satu?? Buat kalian pecinta keju, kalian juga bisa loh makan dessert mangga ini dengan topping keju melimpah yang ditabur diatasnya!!!

          Apalagi di masa pandemic seperti ini kita butuh banyak vitamin dan asupan protein agar tubuh kita tetap sehat dan bugar bukan? Teman-teman blogger harus tau tentang Mango Milk Cheese by VIDA. VIDA menjual dessert yang berbeda dari yang lain.



      Sesuai dengan tag line kita nih, VIDA menjual dessert dengan harga mahasiswa rasa pejabat.
      Penasaran dong rasanya gimana??? Nah, gampang banget teman-teman blogger!

      Kalian bisa order Mango Cheese Milk di instagram kami @mangchismil.vida . Kami sudah tersedia di gofood, grabfood atau langsung hub whatsapp kami!

      VIDA juga menerima pesanan untuk jumlah yang banyak lho!

      Langsung aja yuk di order ;)

      CATATAN HUMAN RELATIONS BERSAMA IBU SEREPINA TIUR MAIDA

       Bagaimana Pengaruh Kelompok pada Perilaku Komunukasi Pada pembahasan kali ini  akan  meng ulas  mengenai  tiga macam  pengaruh kelompok  pa...