HUMAN RELATIONS
(DIMENSI, FAKTOR MANUSIA DALAM HUMAN RELATIONS
&
MANUSIA DALAM DINAMIKA KELOMPOK)
Human relations (hubungan antar manusia) merupakan syarat utama
untuk keberhasilan suatu komunikasi dan pemberian motivasi kerja baik
komunikasi antar perorangan maupun komunikasi dalam instansi atau
perusahaan. Penguasaan dalam menciptakan human relation karyawan
dalam perusahaan atau instansi akan sangat membantu seorang pimpinan
dalam membantu komunikasi vertikal maupun komunikasi horisontal serta
memudahkan manajer dalam pemberian motivasi kerja
kepada karyawan.
FAKTOR PEMBAWAAN DAN FACTOR LINGKUNGAN
• Faktor Pembawaan dan Faktor Lingkungan
• Ada dua faktor yang menentukan sifat manusia yakni pembawaan sejak lahir dan
lingkungan hidupnya. Yang menjadi dasar watak sifat seseorang ialah sifat yang dimiliki
begitu lahir, yaitu sifat warisan dari orang tuanya dan nenek moyang.
Extravert, Intravert, dan Ambivert
• Berdasarkan fungsi phisis, ahli jiwa membedakan manusia menjadi dua golongan
menurut arah perhatiannya.
• Extravert ,Jika perhatiannya ditujukan keluar, yakni kesekelilingnya
• intravert biasanya pendiam, egoistis, suka merenung, senang mengasingkan diri dan
tidak bisa bergaul.
• Ambivert, Gabungan dari dua kepribadian introvert dan extravert
Pengertian Dinamika Kelompok
Pengertian dinamika kelompok dapat dirumuskan
sebagai: Suatu metode dan proses yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai
kerjasama kelompok. Artinya metoda dan proses dinamika kelompok ini
berusaha menumbuhkan dan membangun kelompok, yang semula terdiri dari
kumpulan individu-individu yang belum saling mengenal satu sama lain,
menjadi satu kesatuan kelompok dengan satu tujuan, satu norma dan satu cara
pencapaian berusaha yang disepakati bersama.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Kelompok
Pada kenyataannya, dinamika kelompok senantiasa dipengaruhi oleh
beragam faktor, antara lain:
(1) Sebagai lumbung dari ide yang ingin dilaksanakan.
(2) Sebagai ikatan jiwa antara anggota kelompok.
(3) Menjadi sasaran dan juga menjadi sumber dari konsep perencanaan
kerja.
(4) Menjadi motivasi dalam mengadakan persaingan/aktivitas.
(5) Menjadi perangsang untuk mendapatkan kepuasan kerja.
(6) Menjadi arah yang tetap dalam menjalankan tugas kelompok.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar