HUMAN RELATIONS
A.
Konsep Dasar Human Relations
Pengertian Human Relations bukan human dalam bentuk wujud manusia
melainkan dalam makna proses rohaniah yang tertuju kepada kebahagiaan
berdasarkan watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap, tingkah laku dan
berbagai aspek kejiwaan lainnya yang terdapat pada diri manusia. Karena itu Human Relations
dapat diartikan sebagai hubungan manusiawi, atau hubungan insani.
Human Relations adalah suatu sifat hubungan, dimana orang berkomunikasi tidak seperti orang yang
berkomunikasi biasa, bukan hanya merupakan penyampaian pesan oleh seseorang
kepada orang lain, tetapi hubungan antar orang-orang yang berkomunikasi itu
mengandung unsur-unsur kejiwaan yang sangat mendalam. Human relations adalah hubungan manusiawi, dimana ada keterlibatan
emosi dan kita sama-sama mengerti dan pahami apa yang kita sampaikan, dengan
adanya unsur persuasif.
Jadi, Human relations adalah hubungan antar manusia yang lebih dari sekedar
hubungan manusia, melainkan hubungan manusiawi yang tidak hanya mementingkan
aspek komunikasi, tetapi juga aspek psikologis dan kepuasan.
B.
Ruang Lingkup Human Relations
Pemahaman Umum
Komunikasi persuasif
yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam segala
situasi dan dalam segala kehidupan sehingga menimbulkan kebahagiaan dan
kepuasan hati
Pemahaman Khusus
Komunikasi
persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka
dalam situasi kerja dan dalam organisasi dengan tujuan untuk menggugah
kegairahan dan kegiatan kerja dengan semangat kerjasama yang produktif dengan
perasaan bakhagia dan puas.
C.
Ciri Hakiki Human Relations
1.
Proses rohaniah yang tertuju pada kebahagiaan berdasarkan watak sifat,
perangai, kepribadian, sikap dan tingkah laku menuju suatu kepuasan hati.
2.
Aspek kejiwaan yang terdapat pada manusia.
D.
Prinsip Dalam Human Relations
1.
Pentingnya individu
2.
Saling menerima
3.
Kepentingan bersama
4.
Komunikasi terbuka
5.
Partisipasi pegawai
6.
Identitas setempat
7.
Keputusan setempat, memberi wewenang kepada orang-orang untuk memecahkan
sendiri problem yang tibul ditengah-tengah mereka.
8.
Ukuran moral yang tinggi, pemahaman akan komunikan
E.
Falsafah Human Realtions
Menurut Keith Daris, yaitu :
1.
Kepentingan Bersama, Adanya timbal balik dalam mencapai tujuan yang
direncanakan, adanya kesamaan tujuan.
2.
Perbedaan-perbedaan individu, perbedaan
sifat-sifat rohaninya yang membentuk jiwa dan tingkah laku. Perbedaan latar
belakang pendidikan dan pengalaman
3.
Harga diri, mengenal karakter indidvidu yang memperhatikan
moral/etika agar tercapai komunikasi yang harmonis, saling menghargai satu sama
lain.
F.
Konsep Diri
Titik sentral Human Relations adalah manusian dengat tabiat yang
dimilikinya. Ada dua faktor yang menentukan sifat tabiat manusia, yaitu : Faktor
Heredity (Bawaan), Faktor Lingkungan.
Sifat bawaan dapat dipengaruhi oleh lingkungan hidup,
bisa berkembang atau tertahan tapi tidak mematikan.
Dalam perjalanan hidup, seseorang mengalami aktivitas
psikis, fungsi psikis, rasa, intuisi dan pengindraan. Diantara 4 fungsi psikis
tersebut yang pokok adalah pikiran dan perasaan, yang lainnya sebagai pembantu.
Berdasarkan fungsi psikis, ahli jiwa membedakan manusia
menurut arah penilaian/perhatian. Jika perhatian pertama ditujuhkan keluar,
dinamakan tipe ekstrover. Seseorang dengan tipe itu lebih mementingkan
lingkungan daripada dirinya sendiri, orang semacam ini umumnya berhati terbuka,
gembira, ramah, lancar dalam pergaulan dan memancarkan sikap yang hangat. Sedangkan
introver adalah golongan yang perhatiannya terutama diarahkan kedalam
dirinya sendiri. Orang yang bertipe seperti ini biasanya pendiam, egois, suka
merenung, senang mengasingkan diri, dan kurang bisa bergaul. Golongan ketiga
adalah ambiver yaitu dimana ia menggabungkan kedua tipe tersebut,
menyesuaikan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan yang dihadapinya.
G.
Konsep Kesadaran Diri
·
Konsep diri :
Bagaimana
memandang diri sendiri – berdasarkan karakteristik, sikap pribadi (menilai diri
sendiri), berdasarkan sifat sosial, berdasarkan peran sosial.
·
Self esteemt :
Berpengaruh
pada perilaku. Jika self esteemt kita tinggi kita cenderung merasa kompeten,
sehingga berperilaku secara lebih percaya diri. Orang yang self esteemtnya
lebih tinggi, ia akan lebih mandiri, tegas, percaya diri dan tak mudah
aipersuasif. Sebaliknya, orang yang esteemtnya rendah tidak demikian.
·
Multyph selver : Peran kita dalam hubungan sosial yang
berbeda-beda dengan berbagai orang yang berbeda.
H.
Proses Perkembangan Kesadaran Diri
1. Reflextive self, Adalah, apabila
kita memandang cermin dan kita tidak hanya melihat diri kita, tetapi melihat
diri kita yang dipantulkan oleh cermin yang sedang memandang kita. Jadi,
kesadaran diri dikatakan reflextive self jika bersifat dua arah. (dalam satu
waktu dia memiliki 2 peran, sebagai komunikator dan komunikan).
2. Sosial self, Individu
memperoleh konsep diri melalui interaksi dengan orang lain atau menggunakan
orang lain sebagai kriteria untuk menilai konsep diri kita dalam interkasi, reaksi
orang lain merupakan informasi mengenai diri kita dan kemudian kita menggunakan
informasi tersebut untuk menyimpulkan, mengartikan, dan mengevaluasi konsep
diri kita.
3. Becoming self, Konsep diri tidak
pernah dalam kondisi tetap, melainkan selalu dalam keadaan berubah/berkembang.
Pengertian becoming self ini sekaligus menunjukkan bahwa perubahan konsep diri
tidak terjadi secara mendadak/drastis, melainkan secara gradual melalui
aktivitas sehari-hari.