Selasa, 13 April 2021

CATATAN HUMAN RELATIONS BERSAMA IBU SEREPINA TIUR MAIDA PART II

 HUMAN RELATIONS

(DIMENSI, FAKTOR MANUSIA DALAM HUMAN RELATIONS 

MANUSIA DALAM DINAMIKA KELOMPOK)

    Human relations (hubungan antar manusia) merupakan syarat utama untuk keberhasilan suatu komunikasi dan pemberian motivasi kerja baik komunikasi antar perorangan maupun komunikasi dalam instansi atau perusahaan. Penguasaan dalam menciptakan human relation karyawan dalam perusahaan atau instansi akan sangat membantu seorang pimpinan dalam membantu komunikasi vertikal maupun komunikasi horisontal serta memudahkan manajer dalam pemberian motivasi kerja
kepada karyawan.
 
FAKTOR PEMBAWAAN DAN FACTOR LINGKUNGAN 
• Faktor Pembawaan dan Faktor Lingkungan 
• Ada dua faktor yang menentukan sifat manusia yakni pembawaan sejak lahir dan lingkungan hidupnya. Yang menjadi dasar watak sifat seseorang ialah sifat yang dimiliki begitu lahir, yaitu sifat warisan dari orang tuanya dan nenek moyang. Extravert, Intravert, dan Ambivert 
• Berdasarkan fungsi phisis, ahli jiwa membedakan manusia menjadi dua golongan menurut arah perhatiannya.
• Extravert ,Jika perhatiannya ditujukan keluar, yakni kesekelilingnya 
• intravert biasanya pendiam, egoistis, suka merenung, senang mengasingkan diri dan tidak bisa bergaul. 
• Ambivert, Gabungan dari dua kepribadian introvert dan extravert
 
Pengertian Dinamika Kelompok
    Pengertian dinamika kelompok dapat dirumuskan sebagai: Suatu metode dan proses yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai kerjasama kelompok. Artinya metoda dan proses dinamika kelompok ini berusaha menumbuhkan dan membangun kelompok, yang semula terdiri dari kumpulan individu-individu yang belum saling mengenal satu sama lain, menjadi satu kesatuan kelompok dengan satu tujuan, satu norma dan satu cara pencapaian berusaha yang disepakati bersama.
 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Kelompok 
Pada kenyataannya, dinamika kelompok senantiasa dipengaruhi oleh beragam faktor, antara lain: 
(1) Sebagai lumbung dari ide yang ingin dilaksanakan. 
(2) Sebagai ikatan jiwa antara anggota kelompok. 
(3) Menjadi sasaran dan juga menjadi sumber dari konsep perencanaan kerja. 
(4) Menjadi motivasi dalam mengadakan persaingan/aktivitas. 
(5) Menjadi perangsang untuk mendapatkan kepuasan kerja. 
(6) Menjadi arah yang tetap dalam menjalankan tugas kelompok.

 

Senin, 05 April 2021

Catatan Human Relations Bersama Ibu Serepina Tiur Maida Part I

 HUMAN RELATIONS

 


 

A.       Konsep Dasar Human Relations
  Pengertian Human Relations bukan human dalam bentuk wujud manusia melainkan dalam makna proses rohaniah yang tertuju kepada kebahagiaan berdasarkan watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap, tingkah laku dan berbagai aspek kejiwaan lainnya yang terdapat pada diri manusia. Karena itu Human Relations dapat diartikan sebagai hubungan manusiawi, atau hubungan insani.
Human Relations  adalah suatu sifat hubungan, dimana orang berkomunikasi tidak seperti orang yang berkomunikasi biasa, bukan hanya merupakan penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain, tetapi hubungan antar orang-orang yang berkomunikasi itu mengandung unsur-unsur kejiwaan yang sangat mendalam. Human relations adalah hubungan manusiawi, dimana ada keterlibatan emosi dan kita sama-sama mengerti dan pahami apa yang kita sampaikan, dengan adanya unsur persuasif.
Jadi, Human relations adalah hubungan antar manusia yang lebih dari sekedar hubungan manusia, melainkan hubungan manusiawi yang tidak hanya mementingkan aspek komunikasi, tetapi juga aspek psikologis dan kepuasan.

B.       Ruang Lingkup Human Relations
Pemahaman Umum
Komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam segala situasi dan dalam segala kehidupan sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan hati
Pemahaman Khusus
Komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam situasi kerja dan dalam organisasi dengan tujuan untuk menggugah kegairahan dan kegiatan kerja dengan semangat kerjasama yang produktif dengan perasaan bakhagia dan puas.

C.        Ciri Hakiki Human Relations
1.      Proses rohaniah yang tertuju pada kebahagiaan berdasarkan watak sifat, perangai, kepribadian, sikap dan tingkah laku menuju suatu kepuasan hati.
2.     Aspek kejiwaan yang terdapat pada manusia.
 
D.       Prinsip Dalam Human Relations
1.     Pentingnya individu
2.    Saling menerima
3.    Kepentingan bersama
4.    Komunikasi terbuka
5.    Partisipasi pegawai
6.    Identitas setempat
7.    Keputusan setempat, memberi wewenang kepada orang-orang untuk memecahkan sendiri problem yang tibul ditengah-tengah mereka.
8.    Ukuran moral yang tinggi, pemahaman akan komunikan

E.        Falsafah Human Realtions
Menurut Keith Daris, yaitu :
1.     Kepentingan Bersama, Adanya timbal balik dalam mencapai tujuan yang direncanakan, adanya kesamaan tujuan.
2.    Perbedaan-perbedaan individu, perbedaan sifat-sifat rohaninya yang membentuk jiwa dan tingkah laku. Perbedaan latar belakang pendidikan dan pengalaman
3.    Harga diri, mengenal karakter indidvidu yang memperhatikan moral/etika agar tercapai komunikasi yang harmonis, saling menghargai satu sama lain.

F.        Konsep Diri
Titik sentral Human Relations adalah manusian dengat tabiat yang dimilikinya. Ada dua faktor yang menentukan sifat tabiat manusia, yaitu : Faktor Heredity (Bawaan), Faktor Lingkungan.
Sifat bawaan dapat dipengaruhi oleh lingkungan hidup, bisa berkembang atau tertahan tapi tidak mematikan.
Dalam perjalanan hidup, seseorang mengalami aktivitas psikis, fungsi psikis, rasa, intuisi dan pengindraan. Diantara 4 fungsi psikis tersebut yang pokok adalah pikiran dan perasaan, yang lainnya sebagai pembantu.
Berdasarkan fungsi psikis, ahli jiwa membedakan manusia menurut arah penilaian/perhatian. Jika perhatian pertama ditujuhkan keluar, dinamakan tipe ekstrover. Seseorang dengan tipe itu lebih mementingkan lingkungan daripada dirinya sendiri, orang semacam ini umumnya berhati terbuka, gembira, ramah, lancar dalam pergaulan dan memancarkan sikap yang hangat. Sedangkan introver adalah golongan yang perhatiannya terutama diarahkan kedalam dirinya sendiri. Orang yang bertipe seperti ini biasanya pendiam, egois, suka merenung, senang mengasingkan diri, dan kurang bisa bergaul. Golongan ketiga adalah ambiver yaitu dimana ia menggabungkan kedua tipe tersebut, menyesuaikan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan yang dihadapinya.

G.       Konsep Kesadaran Diri
·    Konsep diri           : Bagaimana memandang diri sendiri – berdasarkan karakteristik, sikap pribadi (menilai diri sendiri), berdasarkan sifat sosial, berdasarkan peran sosial.
·    Self esteemt        : Berpengaruh pada perilaku. Jika self esteemt kita tinggi kita cenderung merasa kompeten, sehingga berperilaku secara lebih percaya diri. Orang yang self esteemtnya lebih tinggi, ia akan lebih mandiri, tegas, percaya diri dan tak mudah aipersuasif. Sebaliknya, orang yang esteemtnya rendah tidak demikian.
·    Multyph selver    :  Peran kita dalam hubungan sosial yang berbeda-beda dengan berbagai orang yang berbeda.

H.       Proses Perkembangan Kesadaran Diri
1.     Reflextive self, Adalah, apabila kita memandang cermin dan kita tidak hanya melihat diri kita, tetapi melihat diri kita yang dipantulkan oleh cermin yang sedang memandang kita. Jadi, kesadaran diri dikatakan reflextive self jika bersifat dua arah. (dalam satu waktu dia memiliki 2 peran, sebagai komunikator dan komunikan).
2.    Sosial self, Individu memperoleh konsep diri melalui interaksi dengan orang lain atau menggunakan orang lain sebagai kriteria untuk menilai konsep diri kita dalam interkasi, reaksi orang lain merupakan informasi mengenai diri kita dan kemudian kita menggunakan informasi tersebut untuk menyimpulkan, mengartikan, dan mengevaluasi konsep diri kita.
3.    Becoming self, Konsep diri tidak pernah dalam kondisi tetap, melainkan selalu dalam keadaan berubah/berkembang. Pengertian becoming self ini sekaligus menunjukkan bahwa perubahan konsep diri tidak terjadi secara mendadak/drastis, melainkan secara gradual melalui aktivitas sehari-hari.

CATATAN HUMAN RELATIONS BERSAMA IBU SEREPINA TIUR MAIDA

 Bagaimana Pengaruh Kelompok pada Perilaku Komunukasi Pada pembahasan kali ini  akan  meng ulas  mengenai  tiga macam  pengaruh kelompok  pa...