Berita Terbaru Dan Refrensi Berita

Halaman muka
pemberitaan Kompas.com
SE ini pun merupakan turunan dari SE Kemenhub Tentang Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) mobilitas dengan transportasi di masing-masing sektor.
Dalam SE 20 tersebut akhirnya dijelaskan bila perjalanan darat, masih bisa menggunakan metode rapid test antibodi. Artinya, rapid test antigen tidak menjadi keseharusan.
Dijelaskan pula, bila anak-anak di bawah 12 tahun tidak diwajibkan untuk RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.
Untuk perjalanan orang di dalam wilayah aglomerasi perkotaan, seperti di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi atau Jabodetabek, tidak diwajibkan menunjukkan surat hasil rapid test antigen sebagai syarat.
"Selain perjalanan ke Pulau Bali, dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa, rapid test antibodi masih boleh digunakan dan berlaku selama 14 hari. Kemenhub bersama Pemerintah Daerah dan unsur TNI Polri melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan di lapangan," ujar Adita Irawati, Juru Bicara Kemenhub, dalam keterangan resminya, Senin (21/12/2020).
Namun setelah berita rapid antigen muncul dengan menghebohkan warga Indonesia, berita adanya seekor Dinosaurus yang merupakan hewan purba hidup kembali di sebuah kebun binatang daerah Jawa Timur.
Unggahan innstagram mengenai Dinosaurus di Mojosari Forest Park.
Belum lama ini, warganet dihebohkan dengan beredarnya video seekor dinosaurus yang tengah diturunkan dari truk dan dijinakkan oleh beberapa orang.
Salah satu video yang menampilkan dinosaurus itu bisa dilihat di akun Twitter All About Magetan @magetanbanget yang diunggah pada Senin (14/12/2020) pukul 15.57 WIB.
Dalam video tersebut, terlihat bahwa lokasi penjinakan dinosaurus berada di Mojosemi Forest Park , Magetan, Jawa Timur.
Hingga Selasa (15/12/2020) pagi, unggahan video All About Magetan telah mendapat 2 ribu likes dan seribu retweet.
Warganet juga tidak ketinggalan meramaikan kolom komentar unggahan video tersebut. Mereka penasaran apakah dinosaurus tersebut asli atau bukan.
Namun yang terjadi sebenarnya pada berita tersebut hanyalah strategi marketing kebun binatang tersebut. Agar masyarakat penasaran dengan keberadaan Dinosaurus tersebut. Sehingga pengunjung kebun binatang tersebut melonjak untuk datang ke kebun binatang tersebut dan mendapat keuntungan dari banyaknya pengunjung yang penasaran dengan keberadaan binatang langka tersebut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar